Hello world!

Hai dunia!

Begitulah kira-kira terjemahan harfiah dari kata hello world yang menjadi inspirasi saya untuk memulai tulisan pertama di blog ini. Hmmm.. kenapa dunia ya?! What’s wrong with the world? Dunia bisa jadi lawan kata dari akherat kalau menggunakan pendekatan agama. Ditelisik lebih jauh dunia berkesan fana, tidak absolut, tidak kekal dan sebentar. Well, kata pembuka sederhana bisa jadi merupakan visi kemana blog ini akan berakhir. Blog, berada di cyberspace, dunia maya, sementara, bisa jadi hilang kalau hostingnya tutup, internetnya rusak, komputernya kena virus atau penulisnya tidak berniat meneruskan menulis. Saya tidak berharap blog coba-coba saya ini menjadi kekal dan tahan lama, namun sepertinya cukup menarik berangan angan agar blog yang sementara ini bisa membawa banyak hikmah yang lebih dalam, untuk hal yang sementara, syukur syukur bisa ke hal hal yang lebih tahan lama.

Memiliki blog berarti harus berinisiasi menulis. Duh, satu tingkat lebih sulit dari kemampuan yang sudah saya miliki sekarang ini, membaca… Membaca jauh lebih mudah, tidak perlu takut di komentari, apalagi punya tulisan yang bisa dijadikan barang bukti atas pola pikir dan persepsi saya atas sesuatu. Membaca bagi saya merupakan model pasif untuk mencari pengetahuan dan menambah wawasan. Menulis… dari sudut pandang manapun merupakan hal yang sulit. Sungguh butuh keberanian yang besar untuk menulis. Karena tulisan seseorang mencerminkan kepribadian, kedalaman berpikir, dan keluasan pengetahuan. Menulis bisa beranalogi ke peribahasa lidah yang setajam pedang, salah sedikit bisa menyinggung dan menyakiti orang lain. Menulis berarti berani dikritik, dikomentari, dilawan bahkan diketawakan, disalahkan dan juga belajar berjiwa besar untuk mengakui kesalahan, suatu hal yang sulit bagi sebagian besar orang… sepertinya membuat blog bukan suatu pekerjaan yang menyenangkan..

Tapi… tanpa menulis, rasanya seperti tertinggal jauh di belakang. Sejarah membuktikan bahwa bangsa yang maju dan beradab merupakan bangsa yang banyak menulis. Seluruh buku dan ilmu pengetahuan hadir karena tulisan. Kebudayaan tertua pun diappreasiasi dengan aksara. Saya harus melawan ketakutan diri untuk menulis agar bisa naik satu level ke tahap berikutnya. Dari pasifis menjadi aktivis, dari konsumtif menjadi produktif. Suatu hal yang tidak terlalu mudah…

Buat teman teman yang kebetulan sudi membaca tulisan saya di blog ini, mohon maklum jika masih banyak perumpamaan dan kesalahan kata… yah pemula, masih belajar pula…

Hello world… !

5 Responses to Hello world!

  1. konsumtif menunjang produktif..vice versa

  2. Uhm, berarti gw adalah komentator pertama di blog pertama seorang penulis hebat.

    *siul-siul*

  3. Welcome to my blog my friends… wah, penulis and blogger pemula nih.. belom apa2 udah disambangi sama tutor2..

    Termotivasi untuk lebih banyak belajar..

    *thanks ya buat supportnya*

  4. Jadi inget dahulu waktu pertama belajar pemrograman C++, programnya namanya “Hello World!”

    #include

    main()
    {
    cout << “Hello World!”;
    return 0;
    }

  5. Wah ditunggu tulisan-tulisannya….. :)
    tapi kok tulisannya di protek yah? gimana orang maw baca :P

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s